Gunung Pinang


Wana wisata ini terletak pada ketinggian 0 – 300 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya landai bergunung. Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.067 mm/tahun dengan suhu udara 23–32 0C. Wana wisata ini terdiri dari hutan tanaman (jati, mahoni dan lain-lain). Sumber air yang ada berupa air hujan, yang saat ini dimanfaatkan dengan cara menampung dengan ting/bak untuk keperluan MCK.
Potensi visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dengan pemandangan alam berupa : persawahan, pemukiman, sedangkan gejala alam/ potensi visual lansekap didalam kawasan yang mempunyai karakteristik khas adalah hutan tanaman campuran dan pandangan lepas kota Merak, pulau Burung dan Masjid Banten.

Potensi Wisata
Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian. Kegiatan harian yang dilakukan adalah piknik, praktek bina wana, mendaki gunung.

Sejarah Kawasan
Di zaman Belanda, hutan di Gunung Pinang cukup rapat dan subur. Namun dengan sering dibakar oleh penduduk yang mempunyai kepercayaan bahwa bila hutan dibakar akan turun hujan.

Sejak dinyatakan sebagai kawasan hutan tetap tahun 1935 hingga pergantian Dinas Kehutanan menjadi Perum Perhutani tahun 1978, kawasan Gunung Pinang direhabilitasi yang berlangsung antara 1979 – 1988, yang digambarkan mirip suasana perang.

Rawannya gangguan terhadap Gunung Pinang tidak lepas dari posisinya yang berada di tengah pemukiman penduduk dan terpisah dari pegunungan lain, sehingga di balik posisinya yang rawan, Gunung Pinang ternyata sangat strategis sebagai paru-paru kota dan persinggahan wisata bagi Serang dan Cilegon. Terdapatnya makam di puncak Gunung Pinang sering diziarahi walau tak diketahui jasad siapa yang dimakamkan disitu.

Keberhasilan reboisasi dan pembagian tanaman berdasarkan petak dapat juga dijadikan sebagai sarana pengetahuan dan p[engenalan tanaman bagi pelajar atau umum. Pemanfaatan jalan setapak melingkar dapat digunakan untuk kegiatan olahraga sepeda gunung. Dan pada tahu 1991 Gunung Pinang mulai dibuka untk wisatawan umum.

Fasilitas
Jenis fasilitas wisata yang tersedia di kawasan ini adalah 6 buah tempat duduk, menara pengamat kebakaran jalan aspal, shelter dan tempat sampah.

Aksebilitas
Wana wisata ini dapat dicapai dari kecamatan Kramat Watu (1 km) dan dari kabupaten
Serang (8 km). Kondisi jalan umumnya baik (beraspal), dapat dilalui kendaraan roda empat. Sarana transportasi umum yang ada colt dan bus.

 

Sumber:        http://www.tourismwestjava.com/index.php/Banten/Gunung-Pinang.html

Sumber gambar:  http://www.wisatabanten.com/gambar/alam/gunung_pinang8.JPG

Leave a comment

Filed under Tujuan Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s