Asosiasi BMX Indonesia menampung Rider BMX Liar


Asosiasi BMX Indonesia (ABMXI) berkomitmen untuk terus membina rider BMX yang suka ugal-ugalan sehingga menjadi atlet nasional BMX yang handal. ABMXI menjelma menjadi sebuah organisasi besar yang juga telah mengharumkan nama bangsa di kejuaraan tingkat dunia.

“Banyak rider BMX yang suka ugal-ugalan dengan sepedanya. Oleh karena itu, ABMXI ini berdiri untuk menjadi wadah yang tepat bagi mereka yang gemar dengan sepeda BMX. Bahkan hubungan ABMXI dengan pemerintah sudah sangat erat,” ujar salah satu pengurus ABMXI, Ayatulaah Vahlevi

Levi menambahkan bahwa dengan banyaknya event dan kejuaraan BMX saat ini sudah banyak anggota dari ABMXI yang memiliki penghasilan dari hobi bersepeda BMX. “Dengan banyak event kejuaraan baik tingkat provinsi, nasionalm dan internasional, banyak anggota ABMXI yang sudah bisa hidup dari BMX. Ada beberapa teman yang sudah menjadi duta sebuah merek sepeda nasional, ada yang diendorse dengan perusahaan apparel, dan ada juga yang juga sudah jadi atlet nasional,” ujar Levi.

Salah satu anggota ABMXI, RIzky Leonardo, bahkan meraih medali perak kejuaraan Asian Extreme Sports Championship 2010, 2-5 Desember 2010, di Taipei.

Rizky yang bertanding di kelas BMX Street, berhasil menyodok di posisi dua pada kategori Highest Jump dengan berhasil melompati raised bar setinggi 4 meter 10 centimeter.

Levi menambahkan bahwa olahraga sepeda BMX adalah dasar dari berbagai olahraga ekstrim. “BMX adalah dasar dari olahraga ekstrim. Orang yang suka BMX banyak yang kemudian menekuni Dirt Jump (DJ), setelah DJ, lalu menekuni olahraga sepeda motor cross,” ujar Levi.

ABMXI saat ini memiliki anggota sekitar 800 orang. ABMXI berdiri sejak tahun 2000.

Asosiasi ini merupakan suatu wadah atau perkumpulan yang dibentuk oleh sekelompok pemerhati sepeda BMX, disahkan oleh Akte Notaris pada tanggal 9 Januari 2003 dan diketahui oleh Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) pada tanggal 24 Februari 2003.

Ide pendirian asosiasi ini diharapkan agar dapat menjalin komunikasi dan mendapatkan informasi dalam hal pengembangan bakat, keterampilan penggemar dan pengguna sepeda BMX di seluruh Indonesia pada umumnya.

Sejarah BMX

BMX pertama kali muncul pada awal tahun 1970-an ketika anak-anak di daerah California selatan ini memulai membalap sepeda mereka di lintasan tanah, terinspirasi dari bintang motocros pada saat itu.

Ukuran dan ketersediaan model design oleh Schwin yang dinamai Schwin Sting Ray membuatnya dijadikan pilihan sepeda yang sesuai, hanya karena didesain mudah untuk dipakai dan keseuaian penampilan dan kemampuan sebagai Sepeda BMX. Lomba BMX sangat fenomenal pada pertengahan tahun 1970. Saat itu masih mengadopsi lomba offroad (lintasan tanah). Pada pertengahan dekade, olahraga ini mulai dikenal dan banyak produsen yang tertarik untuk mulai memproduksinya.

George E. Esser yang mendanai National Bicycle League sebagai organisasi non-profit sepeda. Sebelum dia mempersiapkan NBL, George dan istrinya, Mary, mengadakan perlombaan dengan American Motocross Association.

Dua putra mereka, Greg dan Brain, membalap sepeda motor, tetapi juga menikmati membalap BMX. Adalah kedua anak mereka yang menginspirasinya bahwa pada saat itu belum ada organisasi BMX, itu membuat George untuk memulai NBL di Florida.

Pada tahun 1977, American Bicycle Association (ABA) merupakan badan organisasi nasional yang bertugas untuk menumbuhkan olahraga tersebut. Pada April 1981, Federasi BMX International didirikan, Kejuaraan Dunia pertama diselenggarakan pada tahun 1982. Sejak January 1993, BMX berintegrasi menjadi Union Cycliste Internationale.

BMX Freestyle adalah ajang kompetisi tahunan di Summer X Games Extreme dan Etnies, diselenggarakan besar-besaran di dua negara bagian Amerika Serikat. Popularitas olahraga tersebut kini meningkat mengacu dari kemudahan dan ketersediaan tempat dan trik dari olahraga tersebut yang cukup menarik.

Pada tahun 2003, the Komite Olimpiade International menetapkan BMX sebagai olahraga Olimpiade pada tahun 2008 di Beijing, China.

Adalah Maris Stromberg dari Latvia dan Anne-Caroline Chausson, wanita asal Perancis, telah dinobatkan sebagai Juara Olimpiade pertama.

Leave a comment

Filed under Gowess

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s