Category Archives: Tujuan Wisata

Wisata Bali


Kota Denpasar


Denpasar, yang merupakan ibu kota provinsi Bali, juga merupakan sebuah kotamadya yang menyimpan banyak keindahan dan nilai budaya yang patut diketahui. Untuk mencapai kota Denpasar, diperlukan perjalanan kurang lebih 20 menit dari Kuta. Liburan di kota ini anda dapat mengunjungi beberapa tempat wisata diantaranya Art Center atau Taman Budaya (tempat digelar Pesta Kesenian Bali), Puputan Renon, Museum Bali, pasar Kumbasari dan tempat wisata lainnya.

Kintamani


Di daerah pegunungan sekitar Kintamani, terdapat Gunung Batur dengan danau kawah yang dalam dan mata air panas yang bergolak. Udara pegunungan yang sejuk disertai pemandangan ke seluruh arah, sama indahnya dengan keberadaan beberapa candi penting, yang telah membuat Kintamani menjadi salah satu tempat yang tidak terlupakan dalam agenda wisatawan Bali.
Gunung Batur sebenarnya hanya merupakan salah satu gnung berapi kecil, namun letaknya berada di tengah-tengah kawah besar berdiameter 14 Km. Selain itu, Gunung Batur bersebelahan dengan Danau Batur yang berbentuk sabit yang dikelilingi tembok tinggi pinggiran kawah. Ukuran kecuraman kawah akan membuat Anda membayangkan letusan dahsyat dari Gunung Batur yang terjadi sepuluh ribu tahun yang lalu.
Gunung ini masih aktif sampai sekarang seperti penduduk Bali yang masih mengingat letusan yang terjadi pada tahun 1917 tersebut dimana erupsi tersebut telah mengambil ribuan nyawa dan menghancurkan ratusan candi. Erupsi lainnya sering terjadi setelah kejadian tersebut, sehingga memaksa masyarakat lokal untuk diungsikan, bersama dengan beberapa candi meliputi salah satu candi utama Bali, Pura Ulun Danu. Candi Pura Ulun Danu yang semula berada di dalam kawah yang besar, kemudian dipindahkan ke puncak bukit. Sekarang, Candi Pura Ulun Danu menawarkan sebuah pemandangan Gunung Batur yang menawan.

Pantai Dreamland di Uluwatu


Pantai ini begitu indah dan tidak sepadat pantai Kuta pengunjungnya. Tentu dengan situasi ini anda akan lebih nyaman dan bisa menikmati suasana pantai yang terkenal sebagai tempat surfing ini. Dengan perjalanan kurang lebih 30 menit dari Kuta menuju arah Jimbaran kemudian Pecatu, anda akan sampai di sini. Kawasan pantai dreamland saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata Bali Pecatu Resorts lengkap dengan lapangan golf 18 hole, international schools, rumah sakit internasional, shopping mall dan sarana wisata lainnya. Tentu tidak lama lagi kawasan ini akan menjadi kawasan wisata yang exclusive dan dimanage dengan lebih baik.

Bedugul


Kawasan wisata Bedugul, yang terletak di kabupaten Tabanan, menawarkan suasana perbukitan yang menyejukkan dan keindahan danau Tamablingan.Tempat ini juga menawarkan suasana perbukitan dengan suhu sekitar 18 derajat celcius plus danau yang begitu indah. Untuk menikmati keindahan danau di sini, cukup dengan menyewa speed boat anda dapat berkeliling danau. Dekat dengan danau ini juga anda dapat menikmati hidangan santap siang di restoran lokal dengan menu masakan Indonesia maupun juga internasional. Lelah bermain di danau? Sejukkan diri anda lagi dengan mengunjungi Kebun Raya Eka Karya Bedugul sambil membeli oleh-oleh berupa strawberry, yang merupakan salah satu sumber pendapatan penduduk setempat. Kebun Raya ini merupakan salah satu hutan lindung yang berfungsi sebagai paru-paru udara di Bali, sehingga untuk menutup biaya operasional dan perawatan, kawasan ini pun dikomersilkan.

Pasar Seni Sukawati


Mau tau tempat belanja oleh-oleh selama ini? Mungkin anda juga sudah pernah ke sana. Apalagi kalau bukan Pasar Seni Sukawati. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari Kuta, anda akan sampai di pasar seni ini yang menawarkan berbagai barang seni dengan harga jauh lebih murah dibandingkan tempat lain. Mungkin bisa dibilang sebagai “malioboro”nya Bali. Barang kerajinan yang beraroma Bali banyak dijual di sini. Mulai baju kaos bermotif Bali, sprei, bingkai photo, dompet dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya banyak dijual di sini. Menariknya, bagi yang hobby menawar, keahlian anda bisa diterapkan.

Tanah Lot


Tanah Lot merupakan salah satu tujuan wisata favorit di pulau Bali. Objek wisata ini terkenal akan pura Tanah Lot yang terletak terpisah dari daratan, namun masih bisa dijangkau kalau air laut surut tanpa harus menggunakan perahu. Pura ini merupakan salah satu pura utama di Bali yang dikenal dengan Sad Kahyangan. Pura Tanah Lot terletak di desa Beraban, Tabanan, kurang lebih 1 jam 15 menit perjalanan dari Kuta.  Menurut cerita, pura ini dibangun pada abad ke-16 oleh Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan ajaran Hindu di pulau Bali.
Selain sarat dengan nilai historis, pura ini juga menawarkan pesona yang menakjubkan di antaranya sunset (matahari tenggelam) dan sangat ramai dikunjungi wisatawan terutama di sore hari. Pemandangan yang ditawarkan mirip dengan yang di pura Uluwatu.

Tanjung Benoa


Nusa Dua dan Tanjung Benoa, terletak di ujung selatan pulau Bali namun memiliki daya tarik yang berbeda. Nusa Dua dengan BTDC (Bali Tourism Development Center) dikenal sebagai pusat hotel berbintang di Bali. Hotel seperti Westin, Ayodya resort (dulunya Bali Hilton International), Grand Hyatt, Nusa Dua Beach dan Nikko Hotel ada di sini. Sementara itu, Tanjung benoa dikenal sebagai pusat wisata air mulai dari parasailing, banana boat, Jet Ski, Rolling Donut, Flying Fish, Snorkeling, Scuba Diving, Glass Bottom Boat + Turtle island dan olahraga air lainnya dapat dinikmati di sini. Pantai di sini tidak berombak dan tenang sehingga sangat aman untuk liburan keluarga bersama putra-putri anda.

Permainan yang bisa dinikmati diantaranya :

* PARASAILING yaitu permainan dimana anda akan memakai payung parasut dan ditarik oleh speed boat mengeliling pantai Tanjung Benoa. Jadi persis seperti terjun payung beneran. Waktu permainan ini satu putaran kira2 4 menit di udara. Ketinggian tali yg menghubungkan antara parasut dengan speed boat kurang lebih 80 meter. Jadi lumayan tinggi terbangnya.

* JETSKI, yaitu permainan menggunakan kendaraan di pantai seperti sepeda motor. Jetski disini tidak bisa anda kendarai sendiri, harus didampingi oleh instruktur, mengingat di pantai TB banyak terdapat perahu2 dan aktivitas watersport lainnya, sehingga tabrakan bisa dihindari. Jangan khawatir, si instruktur ini hanya akan mengendarai dari pinggir pantai menuju ke tengah laut, nah sampai disana giliran anda yg nyetir, si instruktur boncengan. Waktu permainan ini adalah 15 menit. Kalau anda mau exciting mengendarainya, cobalah terjang ombak yg ada..maka anda akan merasakan sensasi nikmatnya berkendara jetski ini.

* BANANA BOAT, menggunakan perahu karet tunggal, anda akan ditarik oleh speed boat berkeliling pantai dalam waktu 15 menit. Kapasitas muatan banana boat ini adalah max 4 orang plus 1 orang instruktur sbg pendamping. Anda bisa minta diceburin ke air selama boat berjalan, atau kalau tidak mau basah..minta yg normal2 saja. Kurang seru sih kalau main banana boat tanpa nyebur.

* FLYING FISH, ini permainan paling anyar di Bali. 3 buah banana boat dijadikan satu dengan tambahan rubber boat melintang di depannya dan ada semacam sayap disamping kanan kiri. Flying Fish dimainkan max oleh 3 orang, yaitu 2 orang penumpang disisi kanan kiri dan 1 orang instruktur ditengah2. Posisi anda bisa beridir seperti mengendarai sepeda motor atau tidur terlentang. Flying Fish ini akan ditarik oleh speed boat berkecapatan tinggi dgn jalur melawan arah angin. Dengan demikian, flying fish akan terbang diatas air kira2 2 meter atau lebih bergantung pada kecepatan angin. Persis seperti layangan. Bagi yg suka tantangan, jangan melewatkan utk mencoba permainan ini.

* SNORKELING, yaitu berenang sambil melihat pemandangan bawah laut. Syarat utamanya anda harus bisa berenang. Dengan menggunakan masker dan fin, anda akan melihat ikan2 hias serta terumbu karang yg ada sambil berenang.

* SCUBA DIVING, yaitu menyelam. Daripada snorkeling, lebih bagus diving sekalian. Anda akan diberikan perlengkapan diving komplit, mulai dari pakaian, tangki oksigen dll. Diving tidak harus bisa renang, lebih baik kalo anda tdk bisa renang, karena lebih gampang. Satu wisatawan akan ditemani oleh satu instruktur di bawah air, jadi tidak perlu khawatir. Sebelumnya, anda akan di-brief dulu ttg cara2 menyelam yg benar. Kedalaman bagi pemula berkisar antar 3 meter – 7 meter didalam air selama 40 menit. Sambil membawa roti utk makanan ikan, anda akan melihat indahnya pemandangan bawah laut yg dipenuhi oleh terumbu karang yg cantik dan ikan hias warni-warni.

* GLASS BOTTOM BOAT & PULAU PENYU, adalah wisata yg paling cocok jika anda mengajak anak anda yg masih kecil. Dengan menaiki perahu yg dibawahnya ada kaca bening, anda akan diajak berlayar melihat akuarium bawah laut yg terdapat di pantai Tanjung Benoa. Sambil melemparkan roti dari perahu, ikan2 akan naik dan mengejar makanan tsb. Jumlahnya ratusan ekor dan berwarna warni. Demikian juga dgn pemandangan karang laut yg elok. Setelah puas melihat hal tsb, perahu akan meluncur menuju Pulau Penyu utk melihat lokasi penangkaran penyu, binatang yg cukup langka keberadaannya. Disini anda akan melihat telur penyu yg dikeram, kemudian penyu yg masih kecil2, penyu remaja sampai dengan penyu dewasa yg sudah siap menjadi induk. Jenis penyu tidak hanya satu saja, tapi ada beberapa jenis. Disamping itu, dilokasi ini juga terdapat binatang lain spt burung, kelelawar, ular, dll yg sangat jinak, sehingga bisa anda pegang utk di foto. Permainan ini berlangsung sekitar 1 jam.

Kuta Bali


Kuta yang terletak di bagian selatan pulau Bali, merupakan salah satu cikal bakal perkembangan pariwisata Bali. Dulunya tempat ini merupakan perkampungan nelayan Bali dan seiring berkembangnya pariwisata Indonesia dan Bali khususnya, penduduk lokal mulai menyewakan rumah pribadi untuk disewakan sebagai tempat penginapan.
Sekarang kawasan Kuta telah berkembang menjadi ikon pariwisata Bali atau lebih dikenal dengan sebutan International city karena merupakan tempat bertemunya wisatawan dari seluruh dunia dan juga wisatawan lokal.
Dilihat dari segi fasilitas Kuta memiliki fasilitas yang lengkap. Penginapan atau hotel, restoran, spa dan pendukung pariwisata lainnya banyak ter dapat di sini. Pantai Kuta merupakan tempat wisata yang banyak dipilih untuk menghabiskan liburan selama di Kuta. Pantai dengan pasir putih ini dipilih sebagai tempat olahraga surfing dan juga sangat cocok untuk tempat bersantai sambil menantikan indahnya sunset pantai Kuta. Tidak salah ribuan wisatawan selalu memadati pantai ini.

Pura Besakih


Pura Besakih, pura terbesar di Bali, terletak di bagian timur Bali tepatnya di kabupaten Karangasem. Pura ini berdiri kokoh di kaki gunung Agung dan tiap ada upacara dilaksanakan selalu dipadati oleh umat hindu dari seluruh Indonesia. Komplek Pura Besakih terdiri dari 18 Pura dan 1 Pura Utama. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca utama Tri Murti Brahma, Wisnu dan Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur.

Pantai Sanur Bali


Pantai Sanur, pantai yang terkenal karena sunrisenya, hanya 6 km dari pusat Kota Denpasar dapat dicapai dengan mobil, sepeda motor atau kendaraan umum yang menghubungkan pantai Sanur dengan Kota Denpasar . Kawasan Sanur sendiri dikenal sebagai awal perkembangan pariwisata di Bali dengan hadirnya hotel seperti Inna Grand Bali Beach dan beberapa hotel pertama lainnya di Bali pada saat pertama kali wisata Bali berkembang. Pantai Sanur sangat ramai di kunjungi oleh Wisatawan mancanegara maupun Nusantara.Hari minggu dan hari libur, tempat itu menjadi pilihan penduduk kota Denpasar untuk rekreasi untuk rekreasi sambil mandi di laut. Pada hari bulan Purnama malamnya banyak orang datang untuk santai dan mandi kesana, sambil melihat keindahan pantai Sanur di malam hari.Selain pantainya, Museum Le Mayeur juga banyak menarik wisatawan.

Jimbaran


Jimbaran Bali, tempat wisata favorit di Bali, menawarkan berbagai daya tarik seperti dikenal sebagai pusat makanan laut ( Seafood center) dan suasana malam pantai Jimbaran yang indah dan romantis. Kawasan Jimbaran dan kedonganan dikenal sebagai kampung penghasil ikan, dimana sebagian warganya berprofesi sebagai nelayan. Dan lama-kelamaan banyak yang berinisiatif untuk mendirikan restoran/cafe khusus untuk olahan dari hasil laut hingga sekarang. Sambil menikmati indahnya malam dan desiran lembut ombak di pantai Jimbaran, anda bisa menikmati lezatnya olahan berbagai menu dari hasil ikan laut. Pilihannya cukup banyak dan memanjakan bagi anda yang doyan akan masakan dari olahan hasil laut. Tidak hanya itu, Kawasan wisata Jimbaran juga memiliki fasilitas wisata yang lengkap seperti akomodasi ( Intercontinental, Four seasons resort, Karma Villa dll.), restoran dengan menu masakan lokal ataupun internasional, spa, tempat belanja dan fasilitas lainnya.

Tulamben


Tulamben merupakan desa yang berkembang menjadi obyek wisata karena memiliki potensi laut yang beraneka ragam. Terletak di desa Tulamben, kecamatan Kubu, di bagian utara Kabupaten Karangasem sekitar ±25 km dari Kota Amlapura – ibukota kabupaten – , 37 km dari obyek wisata  Candidasa, dan sekitar 82 km dari Kota Denpasar. Akses menuju lokasi mudah dicapai karena letaknya di pinggir jalan raya jurusan Amlapura – Singaraja. Tulamben kemudian dikembangkan menjadi kawasan pariwisata yang meliputi 2 kecamatan, yaitu Desa Tulamben di Kecamatan Kubu; Desa Datah, Desa Labasari, Desa Culik, Desa Purwakerti, dan Desa Bunutan di Kecamatan Abang. Daya tarik utama Tulamben adalah potensi alam bawah lautnya yang eksotis untuk kegiatan diving dan snorkeling karena kondisi airnya yang jernih sepanjang tahun dan arusnya yang tenang. Pada kedalaman 30 meter di bawah laut terdapat kerangka kapal “ÚS Liberty” , sebuah kapal dagang AS yang karam akibat dihantam torpedo kapal selam Jepang pada tanggal 11 Januari 1942 ketika dalam pelayarannya melintasi Selat Lombok. Menyelam di kedalaman kapal karam Liberty merupakan alasan terbaik para penyelam yang datang ke Tulamben. Diperkirakan ada sekitar 400 spesies ikan karang mendiami kapal karam tersebut dan dikunjungi sekitar 100 spesies ikan laut lepas ( pelagic). Tempat ini juga disebut paradise reef karena penuh dengan kejutan hewan laut yang muncul, seperti jenis ribbon eel, mimic octopus, boxer crabs, ghost pipefish, seahorse, leaf fish, garden eel, lion fish, harlequin shrimp, dan jenis lain yang tidak biasa juga ditemukan di sini. Sementara kumpulan besar jack fish yang jumlahnya hingga ratusan ekor selalu meramaikan kapal karam ini dan mereka sangat ramah pada penyelam.

Candidasa


Candidasa adalah menjadi daerah tujuan utama dari para wisatawan yang datang ke Karangasem terletak di wilayah Bugbug, kecamatan Karangasem. Candidasa terkenal sebagai replika pantai Kuta karena sama – sama memiliki pasir putih. Sangat cocok untuk olah raga air seperti berenang, menyelam dan snorkling. Candidasa merupakan salah satu kawasan pariwisata yang dikembangkan mulai tahun 1983. Pada mulanya nama Candidasa merupakan nama sebuah pura, yaitu Pura Candidasa, yang terletak di atas bukit kecil dan dibangun pada abad ke-12 M. Pantai berpasir putih tersebut sebenarnya bernama Teluk Kehen, namun dalam perkembangannya seiring ditetapkannya pantai tersebut menjadi obyek dan daya tarik wisata, maka pantai Teluk Kehen berubah nama menjadi kawasan pariwisata Candidasa sesuai dengan nama pura yang ada di wilayah itu. Pesona alam yang dikembangkan sebagai obyek wisata bahari ini dapat menjadi pilihan untuk melakukan berbagai aktifitas, seperti sun bathing, canoing, snorkeling, fishing, trekking melalui perbukitan, dan yang tak kalah menariknya adalah keberadaan pulau-pulau kecil yang dapat dijangkau jaraknya dengan perahu nelayan (jukung).Pulau-pulau kecil tersebut menyimpan potensi panorama bawah laut berupa terumbu karang dan ikan hias. Salah satu cerita yang menjadi mitos tentang keberadaan Pura Candidasa yang berkembang dan diyakini oleh masyarakat setempat adalah Arca Dewi Hariti yang terletak pada sebuah relung di bagian bawah tebing bukit. Konon dikisahkan bahwa Dewi Hariti pada mulanya adalah seorang yaksa dalam Agama Budha yang gemar memakan daging anak-anak. Namun setelah mendapat pencerahan ajaran Agama Budha, Sang Dewi kemudian bertobat dan berbalik menjadi pelindung dan penyayang anak-anak. Arca Dewi Hariti selanjutnya dipahatkan bersama 10 orang anak-anak yang mengerubutinya, sebagai ciri pelindung, penyayang, dan juga sebagai perlambang kesuburan dan kemakmuran. Masyarakat setempat meyakini bahwa Dewi Hariti berarti ibu beranak banyak yang dapat memberikan anugerah kesuburan dan kemakmuran. Oleh karenanya maka tempat ini banyak didatangi dan dimanfaatkan oleh pasangan suami – isteri yang belum dikaruniai keturunan untuk memohon do’a dengan membawa sesajen yang dipersembahkan kepada Dewi Hariti.

Nusa Kembongan & Nusa Penida


Nusa Penida, yang terletak di kabupaten Klungkung, adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan. Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya diantaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point. Pulau Nusa Penida dapat dijangkau dari Sanur, Kusamba dan Padang Bay.  Nusa Penida merupakan daerah kering dengan tekstur tanah berkapur. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani rumput laut, nelayan dan buruh, dan lainnya sebagai pedagang. Perkembangan sektor pariwisata masih didominasi di Nusa Lembongan, sedang di Pulau Nusa Penida masih belum berkembang sama sekali, hanya terlihat aktivitas snorkeling dan diving. Daya tarik utama kawasan Nusa Penida dan Nusa Lembongan adalah terumbu karang yang masih alami dan juga ikan yang beraneka ragam.

 Sangeh


Sangeh merupakan tempat wisata alami dan memiliki atraksi utama ratusan monyet-monyet (kera). Lokasi di desa Sangeh, kecamatan Abiansemal, kabupaten Badung . Di sini terdapat sebuah pura kecil diselimuti lumut hijau tersembunyi di sela-sela hutan pala yang menjulang tinggi itu. Di punggung sebuah tugu pura tersebut dipahat patung Garuda, seekor burung mistik yang di dalam cerita Samudramantana dikisahkan sedang mencari tirta Amerta di dasar samudra, kemudian atas jasanya oleh Betara Wisnu, dihadiahkan seteguk kepadanya, akhirnya Garuda menjadi kendaraan setia Bathara Wisnu. Legenda lain menceritakan bahwa penghuni hutan tersebut adalah prajurit kera yang kelelahan di dalam pertempuran membunuh Rahwana. Kera-kera itu jatuh bersamaan dengan bungkahan gunung dan hutan yang dipakai menghimpit tubuh Rahwana kemudian menetap di hutan itu. Cerita lain juga mengatakan bahwa seorang putri kerajaan Mengwi bernama Mayangsari yang sedang kasmaran, gagal bertunangan, akhirnya melarikan diri ke hutan terdekat dan menjadi seorang pertapa. Di dalam pelariannya itu dia tidak memakai sehelai pakaian pun, sehingga harus memakai rambutnya yang panjang untuk menutupi bagian tubuhnya yang paling terlarang. Dia gagal mewujudkan impiannya dan meninggal secara gaib. Masyarakat setempat percaya, bahwa dewi itu kini menjadi Bethari Mayangsari.

Sumber tulisan :      http://www.e-kuta.com/wisata-bali/

Advertisements

Leave a comment

Filed under Tujuan Wisata

Keindahan Brastagi Sumut


Brastagi adalah tujuan wisata dengan jarak 66 km dari Kota Medan. Terletak di ketinggian sekitar 4.594 kaki dari permukaan laut dan dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang sejuk dari hamparan perladangan pertaniannya yang indah, luas, hijau. Brastagi merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki fasilitas lengkap di Tanah Karo, seperti hotel berbintang, restoran, golf dan lain-lain Brastagi juga dikenal dengan julukan kota Markisa & Jeruk Manis.

Dari kota Markisa & Jeruk Manis Brastagi, para pengunjung akan menikmati pemandangan yang indah ke arah pegunungan yang masih aktif, yaitu gunung Sibayak dan gunung Sinabung. Untuk mendaki gunung Sibayak diperlukan waktu lebih kurang 3 jam perjalanan dan kita bisa menikmati pemandangan yang indah di pegunungan tersebut atau perlu waktu 3 sampai 4 jam perjalanan di hutan untuk melihat kekayaan alam di dalamnya baik flora maupun fauna di sekitar hutan tersebut.

Suasana alam yang hijau dari pantulan dedaunan lereng gunung Rangkap Sibayak (lebih dikenal gunung Sibayak), menjadikan kota Brastagi sejuk dan dibanjiri wisatawan. Barisan bukitnya berikut hamparan ladang pertanian, selalu siap menyejukan mata pengunjungnya. Brastagi yang kaya hasil agroindustrinya, menjadi pilihan tepat lokasi wisata andalan pendukung Danau Toba dan Pulau Samosir yang selama ini menjadi trade mark Sumatera Utara. Brastagi sendiri berada di lereng gunung Sibayak sebelah selatan, secara administratif berada di wilayah Kabupaten Tanah Karo dengan ibu kotanya Kaban Jahe.

Posisi Brastagi sangat strategis menjadi tempat singgah, selain karena sejumlah tempat wisata mudah diakses, sarana perhotelan pun cukup lengkap disini. Hotel-hotel banyak dijumpai dengan harga bervariasi, dengan menawarkan desain yang rata-rata khas penduduk setempat. Namun pengunjung pun tetap diberikan pilihan untuk memilih hotel dan villa yang secara historis merupakan warisan masa penjajah.

Jarak Brastagi untuk menuju Gunung Sibayak hanya 7 Km, posisi itulah juga membuat para pendaki memilih Kota Markisa ini, sebagai alternatif terdekat untuk mencapai puncak gunung yang berada di ketinggian 2.094 meter dpl itu. Dengan infrastruktur yang tersedia kendaraan tetap bisa digeber hingga mendekati puncak gunung yang dikenal keindahan alamnya itu. Di atas puncak gunung Sibayak, dapat disaksikan danau kawah yang memiliki luas 200 x 200 meter, yang dilengkapi solfatara penghasil belerang yang bersuhu hingga 119,6 derajat celsius dengan suhu udara disekitarnya 21 derajat celsius. Selain puncak gunung Sibayak, kita bisa melihat puncak gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.451 meter dpl, arah sebelah barat.

Tak hanya itu, tak jauh dari Brastagi, ke arah puncak Sibayak juga dapat dijumpai lokasi Wisata Sumber Air Panas Lau Debuk-Debuk, Berada di wilayah desa Daulu dan Semangat Gunung, sumber air hangat ini, mengalir dengan temperatur air 35 derajat celsius muncul melalui retakan aliran lava pada lereng gunung api yang kemudian ditampung dalam kolam pemandian. Para pendaki biasanya memanfaatkan kolam air panas ini untuk melepaskan kepenatannya selama perjalanan.

Sementara pada hulu mata air panas yang mempunyai temperatur hingga diatas 150 0C itu, dapat disaksikan pula lokasi pembangkit tenaga listrik. Para pengunjung dapat menyaksikan proses alam pembangitan energi listrik dari uap panas bumi ini yang konon memberikan energi yang bebas polusi pada atmosfir ataupun pada air, bahkan dianggap tidak mengakibatkan dampak radioaktif.

Brastagi, juga memiliki tempat wisata perbukitan, yang dikenal dengan wisata Bukit Gundaling yang berjarak hanya 3 Km. Untuk mencapai bukit tersebut dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sado, yaitu sebuah kendaraan khas yang ditarik seekor kuda. Bukit ini menawarkan keindahan tamannya yang cocok untuk bersantai sealigus berolahraga. Dari puncak bukit ini kita bsia menikmati panorama gunungapi Sibayak dan gunungapi Sinabung dengan aktifitas vulkaniknya yang mengagumkan.

Sementara itu Objek Wisata Tongging juga menawarkan keindahan di Brastagi, berada di sebelah selatan lebih kurang 35 km dari Brastagi terletak persis dipinggiran danau Toba. Dari lokasi ini sangat bebas dan indah memandang hamparan air danau Toba yang biru dikelilingi untaian bukit dan gunung hingga mengitari pulau Samosir. Panorama yang khas ini diperindah lagi dengan puncak gunung sipiso-piso dan air terjun Tongging di sebelah kiri dan kanannya, memperlihatkan panorama yang menakjubkan.

Kampung Lingga, tidak hanya wisata alam yang ditawarkan Brastagi, namun juga wisata budaya yang kaya akan seni tradisi juga menjadi andalan kota ini. Berjarak sekitar 16 km ke arah selatan dari Brastagi, tepatnya di kampung Lingga, ditawarkan wisata budaya kampung Karo, yaitu sebuah daerah yang merupakan tempat warisan etnis Batak Karo yang masih memegang adat secara teguh. Di kampung ini, dapat dinikmati tarian tradisional Batak Karo dan rumah-rumah tradisional Batak Karo, yang diperkirakan berusia 250 tahun, berikut ciri dan bentuknya yang khusus.
Bangunan tradisional, seperti rumah adat, jambur atau tempat musyawarah, geriten yaitu tempat penyimpanan kerangka mayat, lesung, dapat disaksikan disini berikut culturnya adat-istiadat yang masih dipegang secara utuh, semuanya melengkapi Brastagi menjadi lebih utuh, sekaligus sebagai wisata budaya.

Leave a comment

Filed under Tujuan Wisata

Wisata Sibolga


Sekilas Tentang Kota Sibolga

KOTA SIBOLGA awalnya merupakan sebuah dusun kecil yang berada di Teluk Tapian Nauli. Dalam perkembangannya dusun ini menjadi sebuah kota bahari yang identik dengan fungsi melayani kepentingan perdagangan antar pulau, antar negara, melayani para pelaut atau musafir yang berkelana dari berbagai penjuru negeri, dan melayani mereka yang hendak beristirahat atau sekedar bertamasya.

Kota Sibolga mempunyai wilayah seluas 3.536 ( 35,36 km2 ) Ha yang terdiri dari 1.126,67 Ha daratan Sumatera, 23,32 Ha daratan kepulauan dan 2.171,01 Ha lautan. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Kota Sibolga adalah Pulau Poncan Gadang, Poncan Ketek, Pulau Sarudik dan Pulau Panjang. Sementara wilayah administrasi pemerintahan Kota Sibolga terdiri dari 4 Kecamatan dan 17 Kelurahan.

Dilihat dari sisi kepariwisataan, Kota Sibolga sangat potensial, karena disamping keindahan alam pegunungan, juga terdapat pantai-pantai yang indah di Teluk Tapian Nauli dan perbukitan yang seolah-olah melindungi kota ini, serta pulau-pulau yang menarik yang berada di perairan teluk memiliki taman laut eksotis sehingga Kota Sibolga sangat potensial dikembangkan sebagai kota objek wisata. Sibolga juga kaya akan peninggalan bersejarah, adat dan budaya. Kota ini juga merupakan titik sentral bagi wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah-daerah disekitarnya seperti Pulau Nias, Provinsi Sumatera Barat dan Aceh Nangro.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Sibolga, pengembangan pariwisata merupakan salah satu program prioritas dengan melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung pembangunan kepariwisataan tersebut. Berbagai event setiap tahunnya dilaksanakan di Kota ini dalam upaya menarik para wisatawan, seperti Lomba Perahu Dayung, Upacara Maure Lawik, Lomba Memancing Ikan, serta berbagai perlombaan Seni Budaya Khas Pesisir Sibolga.

Tangga Seratus

 Wisata Tangga seratus dan Goa Tangga Seratus,Merupakan Objek wisata yang terletak di jalan sutoyo siswomiharjo kelurahan pasar baru Kota Sibolga Sumatera Utara dan yang paling menonjol pada era peninggalan sejarah dari masa penjajahan Belanda,salah satunya adalah sebuah anak tangga,Objek wisata ini dikenal dengan nama Tanggo Saratus walau pada kenyataannya jumlah tangga yang berada di tangga seratus cuma berjumlah 293 anak tangga.di dekat objek wisata tangga seratus Juga terdapat goa yang berada dilereng bukit dibawah tangga seratus. Berbentuk terowongan dan mempunyai dua buah pintu yang menghadap ke arah selatan. Dinding gua terbuat dari batu andesit muda dan selalu lembab karena tetesan air yang berasal dari dinding atas.

Bukit Ketapang

Wisata Benteng Bukit Ketapang berada di Kelurahan Sibolga Ilir kota sibolga sumatera utara, dan Objek Wisata Benteng Bukit Ketapang terdiri dari enam benteng dan sebuah lubang yang diduga lubang angin dari benteng tersebut. Dua Benteng terletak di bukit,dan tiga Benteng lagi diatas bukit ditambah sebuah fondasi yang merupakan bekas benteng. sangat pas bila Objek Wisata Benteng Bukit Ketapang dijadikan objek wisata sejarah.

PULAU PONCAN GADANG

Pulau Poncan Gadang terkenal dengan keindahan pantainya, kejernihan airnya, pasir putih, dan juga dikelilingi oleh taman laut yang indah dengan beragam jenis ikan hias dan terumbu karang yang sangat cocok bagi pecinta memancing, diving dan snorkling. Disekeliling pulau ini tumbuh pohon nyiur yang menambah kesejukan. Lokasi dan pantai bagian barat dari pulau ini memiliki panorama laut yang sangat indah. Di pulau ini telah tersedia fasilitas berupa hotel berbintang lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pulau ini dapat dijangkau sekitar 15 menit dengan menggunakan speed boat dari Sibolga.

Pantai Kalangan

Batu Lubang

Kota Sibolga

7 Comments

Filed under Tujuan Wisata

PANTAI CERMIN, WISATA PANTAI DAN REKREASI


Continue reading

1 Comment

Filed under Tujuan Wisata

Karst Mangkalihat Potensi Geowisata


Bila bicara Kalimantan Timur, orang-orang luar biasanya silau dengan melimpahnya kekayaan alam terdapat di dalamnya. Tak heran, karena Kalimantan Timur memang termasuk salah satu provinsi penyumbang devisa terbesar negara. Minyak bumi, hutan tropis dan tentu saja batu bara. Pertanyaannya, seberapa lamakah sumber daya alam tersebut mengangkat prestise Kaltim di mata Nasional maupun Internasional?

Sektor pertambangan yang selama ini menjadi andalan kini sudah mulai dicarikan penggantinya. Sebab tak dapat dipungkiri, sumber daya hasil pertambangan tak dapat lagi diperbaharui. Namun tak perlu khawatir. Sektor Pariwisata dapat menjadi alternatif penghasil devisa negara pun sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kesejahteraan rakyat sekitar. Di bumi Kaltim, Karst Mangkalihat memiliki potensi besar untuk itu.

Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Institut Teknik Bandung Dr. Budi Brahmantyo pada Lokakarya Perencanaan Aksi Pengelolaan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Hotel Grand Sawit, Senin (9/8) mengungkapkan, hasil penelitian suatu lembaga penelitian di Amerika menyebutkan bahwa adanya peningkatan wisata petualangan terutama di Amerika Utara. Sasaran wisata ini adalah Asia dan Afrika. Hal ini menjadi potensi yang mesti ditangkap. “Karst Mangkalihat-Sangkulirang menjadi salah satu potensi yang perlu diperhatikan dan dikembangkan,” ungkap Budi.

Karst seperti yang dilansir Wikipedia, adalah sebuah bentukan di permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping.

Daerah karst terbentuk oleh pelarutan batuan terjadi di litologi lain, terutama batuan karbonat lain misalnya dolomit, dalam evaporit seperti halnya gips dan halite, dalam silika seperti halnya batu pasir dan kuarsa, dan di basalt dan granit dimana ada bagian yang kondisinya cenderung terbentuk gua (favourable). Daerah ini disebut karst asli.

Daerah karst dapat juga terbentuk oleh proses cuaca, kegiatan hidrolik, pergerakan tektonik, air dari pencairan salju dan pengosongan batu cair (lava). Karena proses dominan dari kasus tersebut adalah bukan pelarutan, kita dapat memilih untuk penyebutan bentuk lahan yang cocok adalah pseudokarst (karst palsu).

Karst Mangkalihat masih asri tanpa terjamah kerusakan. Sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi salah satu Geowisata andalan Nasional atau bahkan Internasional. Geografisnya tampak bagaikan pegunungan batu gamping yang diselimuti hutan belantara nan hijau.  Menusuk  ke  dalam   hingga jantung Gunung Marang, daerah yang terletak di barat laut Sangata itu nyatanya sarat menyimpan jejak-jejak masa lalu manusia dengan adanya lukisan berbentuk tangan yang memiliki nilai artistik. Belum diketahui berapa kali peneliti lokal maupun mancanegara yang bertandang ke bumi kalimantan untuk melihat secara langsung apa-apa yang terdapat di Karst Mangkalihat.

Di sini, sekitar 3.500 tahun lampau sebuah komunitas prasejarah telah tercipta kuat, berkiprah menaklukkan alam dengan berdiam di goa-goa kapur. Hidup mereka kembali bergema melalui penemuan sisa manusia, peralatan hidup, dan berbagai lukisan goa yang canggih. Hampir pasti, merekalah cikal bakal dari sebagian populasi Nusantara saat ini.

Data hunian goa banyak dihasilkan dari kawasan karst Beriun di Pegunungan Marang, bagian dari sistem karst raksasa Sangkulirang-Mangkalihat. Lebih dari seratus goa dengan 1.500 lukisan cadas (di dinding goa)—mayoritas berupa cap-cap tangan—telah ditemukan oleh Jean-Michel Chazine dan Luc Henri Fage sejak tahun 1994.

Lukisan cadas itu umumnya ditemukan pada dinding-dinding goa yang tinggi, yang sulit dicapai karena terletak di lokasi-lokasi terjal 100-200 meter di atas permukaan tanah. Salah satu goa, yaitu Goa Tewet, terdapat lebih 200 cap tangan beserta gambar hewan dan manusia. Separuhnya dihiasi titik, garis, atau pola lainnya, menunjukkan lebih dari 50 kombinasi. Gambar-gambar tersebut mungkin terkait upacara ritual tertentu yang hanya bisa diikuti oleh segelintir manusia.

Di Gunung Marang bagian barat, Goa Berak telah mengontribusi sekitar 35 cap tangan dan beberapa lukisan lainnya. Sementara di Goa Payau terdapat 38 cetakan tangan dan gambar-gambar geometris bermotif garis, koma, titik, lingkaran, anak panah, dan bentuk-bentuk anthromorfik.

Temuan senada juga dihasilkan dari Gunung Marang bagian timur. Di Goa Jupri terdapat panel lukisan sepanjang tiga meter, terdiri atas gambar 16 rusa, babi (1), kura-kura (2), makhluk anthropomorfik (16), dan cap tangan (5). Pada puncak ruang, ditemukan pula 18 cap tangan, beberapa di antaranya dihubungkan oleh garis-garis melengkung. Sedikitnya 15 cap tangan juga ditemukan di Goa Tembus. Sementara di Goa Sahak, ditemukan 70 cap tangan, yang warnanya telah menjadi terang karena terkikis oleh cairan atau deposisi kalsid selama musim kering.

Salah satu kawasan di Berau yang berbatasan dengan Kutai Timur (Kutim), mempunyai pusaka alam karst (gunung kapur) yang perlu dilestarikan.Pusaka alam tersebut, dianggap sebagai sumber mata air yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan masyarakat sekitar.“Pusaka alam karst Mangkalihat-Sangkulirang (Mangkulirang) yang terletak di perbatasan Berau-Kutim akan menjamin tersedianya sumber dan pembentuk utama kehidupan manusia Kalimantan, yaitu air dan sungai di masa depan,” ungkap Heddy S. Mukna, Asisten Deputy Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Disampaikan pula, kawasan karst merupakan pembeda utama dengan wilayah lain yang tidak bergunung karst -pembentukan kebudayaan yang khas karst. Untuk itu, kehancuran kawasan pusaka alam karst akan menjadi suatu bencana. “Jadi pengelolaan dan perlindungan kawasan karst sangat diperlukan untuk menjaga warisan pusaka,” ujarnya.

Disebutkannya pula, kawasan karst yang berada di perbatasan Berau-Kutim, merupakan pusaka alam dan pusaka budaya berkelas dunia, karena kawasan karst tersebut merupakan karst raksasa.

Selain itu juga merupakan sumber air bagi sungai-sungai di Kutim dan Berau. Sebagai daerah resapan, air dari kawasan karst mengalir ke 4 sungai utama di Kutim, yakni Bengalon, Bangka, Karangan, Kerayan dan Baai. Sedangkan di Berau mengalir di 3 sungai utama, yakni Lesan, Tabalar dan Dumaring.

Sumber:     http://www.wisatakaltim.com/fasilitas/karst-mangkalihat-potensi-geowisata/

Leave a comment

Filed under Tujuan Wisata

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument


Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa Objek wisata kalimantan barat, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat Objek wisata kalimantan barat lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak. Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat didalam gedung.

Catatan pada Tugu Khatulistiwa
Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.

d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out titik nol garis khatulistiwa dikoreksi

Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.

Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan

Leave a comment

Filed under Tujuan Wisata

Danau Toba


Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 km dan lebar 30 km yang terletak di propinsi Sumatera Utara. Danau ini adalah danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir

Jika wisatawan berjalan-jalan di siang hari mengitari pinggiran Danau Toba, seperti di Ambarita, Kecamatan Simanindo, nampak benar betapa kawasan ini bekas ledakan dahsyat ribuan tahun silam.

Khusus pulau Samosir, dapat dilalui dari dua jalur yakni lewat darat di Tanoponggol dan lewat jalur kapal penyeberangan. Akses paling dekat dari Parapat, menggunakan kapal feri 45 menit dari dermaga Ajibata. Waktu tempuh 45 menit akan lebih singkat menjadi 10 menit bila menggunakan speed boat.

Sudah sejak lama kawasan ini menarik perhatian pelancong domestik dan mancanegara. Tidak saja karena kondisi Danau Toba yang menawan, tapi juga keindahan alam pulau Samosir itu sendiri.

Samosir telah menjadi Kabupaten sejak Januari 2004.Sebelumnya,pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara. Lalu menjadi bagian dari Kabupaten Toba Samosir setelah Tapanuli Utara dimekarkan dan Januari 2004 menjadi kabupaten tersendiri yakni Kabupaten Samosir.

Kabupaten Samosir terdiri atas 9 kecamatan, yaitu Pangururan (Ibukota Kabupaten), Harian,Sianjur Mulamula, Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Ronggur Nihuta, Simanindo,dan Sitio-Tio.

Leave a comment

Filed under Tujuan Wisata